Hanya Karena Melihat CD Wanita, Bocah Ini Terangsang Dan Lakukan Pencabulan

Pengadilan Negeri atau PN medan, Sumatera Utara kembali menyidangkan kasus pencabulan dengan terdakwa KS, 17. Sidang kasus pencabulan dengan korban balita daftar Sbobet yang berusia tiga tahun ini telah memasuki proses penuntutan.

JPU Ainun dalam proses penuntutan meminta hakim untuk menghukum terdakwa KS dengan hukuma 5 tahun penjara. Jaksa senior dari Kejaksaan Medan, Sumatera Utara tersebut menyampaikan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan telah melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak karena telah melakukan tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Disela pembacaan tuntutan dari JPU, Hakim kembali menanyakan kepada terdakwa yang telah dipecat dari sekolahnya tersebut mengakui perbuatannya akan tetapi terdakwa bersikukuh tidak mengakui ketika ditanya oleh hakim tunggal Iriana Pohan. Setelah pembacaan tuntutan JPU, Hakim mengagendakan pembacaan putusan 1 minggu setelah pembacaan tuntutan tepanya tanggal 9 Maret.

Dipihak keluarga korban yang berada diluar ruang sidang menyatakan bahwa pihak kelaurga berharap hakim menjatuhkan hukuman sesuai dengan perundang-undangan setelah melihat apa yang dilakukan oleh terdakwa telah membuat korban dan keluarganya mengalami trauma.
Hanya Karena Melihat CD Wanita, Bocah Ini Terangsang Dan Lakukan Pencabulan
“Harapan kami adlaah hakim dapat menghukum terdakwa dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” kata Viona Velma Carolina yang merupakan Teman Judi ibu korban. Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa terdakwa memiliki kelainan seks. Hal dikarenakan dibagian belakang rumah pelaku ditemukan bahwa pakaian dalam wanita yang dimana semuanya adalah hasil curian dari terdakwa.

“Melihat celana dalam wanita saja pelaku telah terangsang. Biasanya celana dalam tersebut digunakan pelaku untuk fantasi ketika masturbasi,” lanjut Viona.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan bawha peristiwa yang terjadi pada Jumat 16 Desember 2016 di rumah korban di Jalan Bawang Perumnas Simalingkar Medan ketika terdakwa yang merupakan tetangga korban sedang berada dirumah korban. Pada saat kejadian ibu korban sedang berada di tras rumah bersama tetangga bercengkrama yang dimana juga terdapat ibu terdakwa.

Tiba-tiba dari dalam rumah terdengan suara tangisan korban. Lalu korban bersama kakaknya yang berusia lima tahun langsung keluar dari dalam rumah dan menemui ibunya. Sambil menangis menahan rasa sakit, korban menunjukkan kemaluannya kepada ibunya.

Langsung ibu korban bertanya kepada putrinya tersebut. Ketika ditanya, korban mengatakan bawha bagian sensitifnya tersebut telah digerayangi terdakwa. Dengan kondisi panik, ibu korban memeriksa kemaluan putrinya tersebut. Setelah diperiksa, ditemukan luka lecet dan cairan yang diduga merupakan perbuatan terdakwa di kemaluan korban.

Sebelum melapor ke aparat polisi, keluarga korban awalnya mendatangi keluarga terdakwa untuk menanyakan agen Sbobet persoalan tersebut. Akan tetapi karena tidak ada itikad baik dari terdakwa untuk menyelesaikan kasus ini secara baik-baik dan pelaku juga tidak mengakui perbuatannya maka keesokan harinya, ibu korban melaporkan terdakwa ke Polsek Delitua