Hati-Hati Dengan Modus Baru Penipuan Jual Beli Tanah

Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap Sutomo Hadi yang merupakan pelaku dari penipuan jual beli tanah. Pria berusia 40 tahun tersebut disinyalir telah melakukan tindakan penipuan terhadap kliennya untuk membeli tanah seharga Rp 2 miliar.

Kasus penipuan tersebut bermula dari ketika korban yang bernama Sie Probo Wahyudi meminta Hadi untuk mencari tanah atau lahan. Baik korban dan pelaku yang telah saling kenal ini membuat pelaku menawarkan tanah di Jalan Kenjeran yang disebut dimiliki oleh Cici Permata Dias.

Hadi menawarkan tanah tersebut dengan nilai Rp 2 miliar kepada korban, Probo. Setelah melihat lokasi tanah tersebut, Probo lalu membayar uang muka sebagai tanda jadi sebesar Rp 1,3 miliar. Setelah menerima uang tersebut, Hadi menjanjikan untuk mengurus sertifikat tanah tersebut menjadi hak milik dalam waktu enam bulan.
Hati-Hati Dengan Modus Baru Penipuan Jual Beli Tanah
Ketika surat tersebut tidak kunjung dibuat, Probo khawatir dan mulai merasa di tipu oleh Hadi. Dirinya kemudian melapor ke Polrestabes Surabaya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP SHinto Silitonga mengatakan bahwa unit satreskrim langsung melakukan penyelidikan ketika menerima laporan tersebut. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa tanah tersebut bukan atas nama Cici akan tetapi atas nama Puji Astutik.

Melihat kejanggalan dari kasus ini, polisi langsung mencari Hadi dengan mendatangi rumah istri Hadi di Surabaya. Di rumah istrinya tersebut, pelaku tidak ditemukan sehingga aparat melanjutkan pengejaran ke Mojosari dan Malang akan tetapi tersangka juga tidak ditemukan.

“Setelah mencari akhir nya pelaku ditemukan tengah berada di Masjid Agung Al-Akbar. Lokasi pelaku sendiri didapatkan dari informasi intel polisi,” kata perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Ketika dijemput, pelaku tidak melawan dan berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi kemudian juga menetapkan 1 tersangka lagi yaitu Cici. Menurut Hadi, Cici juga menikmati uang hasil penipuan tersebut.

“Saat ini kami sedang mengali seberapa jauh keterlibatan Cici dan dimana keberadaannya,” jelas polisi yang lahir di Medan tersebut.

Hanya Karena Melihat CD Wanita, Bocah Ini Terangsang Dan Lakukan Pencabulan

Pengadilan Negeri atau PN medan, Sumatera Utara kembali menyidangkan kasus pencabulan dengan terdakwa KS, 17. Sidang kasus pencabulan dengan korban balita daftar Sbobet yang berusia tiga tahun ini telah memasuki proses penuntutan.

JPU Ainun dalam proses penuntutan meminta hakim untuk menghukum terdakwa KS dengan hukuma 5 tahun penjara. Jaksa senior dari Kejaksaan Medan, Sumatera Utara tersebut menyampaikan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan telah melanggar Pasal 82 UU Perlindungan Anak karena telah melakukan tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Disela pembacaan tuntutan dari JPU, Hakim kembali menanyakan kepada terdakwa yang telah dipecat dari sekolahnya tersebut mengakui perbuatannya akan tetapi terdakwa bersikukuh tidak mengakui ketika ditanya oleh hakim tunggal Iriana Pohan. Setelah pembacaan tuntutan JPU, Hakim mengagendakan pembacaan putusan 1 minggu setelah pembacaan tuntutan tepanya tanggal 9 Maret.

Dipihak keluarga korban yang berada diluar ruang sidang menyatakan bahwa pihak kelaurga berharap hakim menjatuhkan hukuman sesuai dengan perundang-undangan setelah melihat apa yang dilakukan oleh terdakwa telah membuat korban dan keluarganya mengalami trauma.
Hanya Karena Melihat CD Wanita, Bocah Ini Terangsang Dan Lakukan Pencabulan
“Harapan kami adlaah hakim dapat menghukum terdakwa dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” kata Viona Velma Carolina yang merupakan Teman Judi ibu korban. Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa terdakwa memiliki kelainan seks. Hal dikarenakan dibagian belakang rumah pelaku ditemukan bahwa pakaian dalam wanita yang dimana semuanya adalah hasil curian dari terdakwa.

“Melihat celana dalam wanita saja pelaku telah terangsang. Biasanya celana dalam tersebut digunakan pelaku untuk fantasi ketika masturbasi,” lanjut Viona.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan bawha peristiwa yang terjadi pada Jumat 16 Desember 2016 di rumah korban di Jalan Bawang Perumnas Simalingkar Medan ketika terdakwa yang merupakan tetangga korban sedang berada dirumah korban. Pada saat kejadian ibu korban sedang berada di tras rumah bersama tetangga bercengkrama yang dimana juga terdapat ibu terdakwa.

Tiba-tiba dari dalam rumah terdengan suara tangisan korban. Lalu korban bersama kakaknya yang berusia lima tahun langsung keluar dari dalam rumah dan menemui ibunya. Sambil menangis menahan rasa sakit, korban menunjukkan kemaluannya kepada ibunya.

Langsung ibu korban bertanya kepada putrinya tersebut. Ketika ditanya, korban mengatakan bawha bagian sensitifnya tersebut telah digerayangi terdakwa. Dengan kondisi panik, ibu korban memeriksa kemaluan putrinya tersebut. Setelah diperiksa, ditemukan luka lecet dan cairan yang diduga merupakan perbuatan terdakwa di kemaluan korban.

Sebelum melapor ke aparat polisi, keluarga korban awalnya mendatangi keluarga terdakwa untuk menanyakan agen Sbobet persoalan tersebut. Akan tetapi karena tidak ada itikad baik dari terdakwa untuk menyelesaikan kasus ini secara baik-baik dan pelaku juga tidak mengakui perbuatannya maka keesokan harinya, ibu korban melaporkan terdakwa ke Polsek Delitua