Sekolompok Anak Punk Pesta Miras Terkena Rajia Polisi Dan Dihukum Hafal Pancasila

Jajaran Polres Tegal tengah menggencarkan razia miras atau minuman keras sebagai bagian dari pengamanan natal dan tahun baru. Dari Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan oleh Satuan Shabara ini, polisi berhasil menangkap sekelompok anak punk yang berjumlah 12 orang yang tengah berpesta miras oplosan di area GOR Trisanja Slawi. Miras tersebut telah dicampur dengan pil koplo.

Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo SIK menyatakan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi dari masyarakat sehari sebelum penangkapan mengenai adanya sekelompok anak punk yang melakukan pesta miras di kompleks GOT Trisanja Slawi. Satuan Shabara dari Polres Tegal yang langsung menuju lokasi, melakukan pengecekan di sekitar area GOR dan menemukan semua pelaku yang tengah mabuk miras.

“Saya telah perintahkan kepada semua jajaran untuk mengantisipasi kegiatan yang berhubungan dengan miras. Hal ini dikarenakan miras selalu menjadi awal pintu terjadi berbagai aksi kriminal seperti kekerasan, tawuran hingga tindak kejahatan lainnya yang dapat merugikan masyarakat,” kata Heru.

Selanjutnya, anak-anak punk yang tertangkap tersebut tidak didata dan diperintahkan untuk untuk menginap semalam di Mapolres Tegal terlebih dahulu yang dimana akan didata pada esok harinya. Ke-12 anak punk tersebut setelah didata mengaku merupakan warga Desa Gumalar yang berada di Kecamatan Adiwena, Tegal. Sebagai hukuman polisi memerintahkan mereka untuk menghafalkan Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan juga menghormat bendera Merah Putih yang berada di halaman Mapolres.

“Kami telah mengundang orang tua anak-anak ini. Mereka akan kami beri himbauan agar lebih bijak dalam mendidik anak-anaknya ini. Ditakutkan dengan berawal dari miras, anak-anak ini akan memicu terjadinya konfilk seperti tawuran hingga aksi kejahatan,” tutup Heru.